Tidak Semua Hal Seperti Yang Kamu Pikir

Beberapa hari lalu saya dan si Gntong bertengkar (lumayan) hebat.. Tentu saja pertengkaran kali ini udah ga sama kayak pertengkaran jaman2 kita kuliah dulu (baca: tahun2 awal pacaran), di mana saya kuaaaaaat banget marah atau ngambek selama berhari-hari, terus ngeluarin kata2 yang menyakitkan dan ga enak didenger sama kuping.. Hihihi..

Semakin bertambah usia, (mestinya) semakin bertambah kedewasaan dong ya.. Mungkin itu juga yang terjadi sama saya.. Waktu berantem kemarin itu yakin banget bakal lama diem2nya, atu bakal lama lah saya ngambeknya.. Malah sampe kepikiran “udah deh, bubaran aja lah ini..”, hihihi.. Karena menurut saya (saat itu), memang penyebab pertangkarannya mendasar banget, dan itu bikin saya marah luar biasa.. Apa yang menurut Gntong adalah bentuk kepedulian, bagi saya malah adalah bentuk kelancangan.. Apa yang menurut saya bukan urusannya, untuk dia juga adalah kekhawatirannya..

Timing-nya pun menurut saya ga tepat banget.. Suasana hati saya juga lagi ga bagus.. Pecah lah itu pertengkaran besar.. Hati berdarah, sakit hati ga bisa dicegah.. Saya kira kepercayaan saya ga akan bisa pulih lagi.. Tapi akhirnya kemarin kami malah ketemu, terus jalan bareng, makan siang, akhirnya ketawa-ketiwi lagi, maaf2an lagi.. Sempat terpikir suasananya akan jadi canggung, tapi ternyata enggak tuh.. Mungkin karena saya yang meyakinkan diri saya sendiri kalau masalah ini sebetulnya ga besar2 amat.. I just put myself in his shoes, and tried to see everything from his point of view..

Menakjubkan sekali bagaimana sebetulnya masalah akan lebih mudah diselesaikan saat kita mencoba menempatkan diri kita di posisi orang lain, melihat segala sesuatunya dari sudut pandang yang berbeda, ga menutup hati kita untuk merasakan apa yang orang lain rasakan.. Saat melakukannya, percayalah bahwa hati kita akan jauh lebih cepat pulih..

Masalah yang menyebabkan pertengkaran saya dengan si pacar memang masih ada di sana, menunggu untuk diselesaikan, bukan diabaikan dan dilupakan.. Juga masih ada rasa sakit hati yang perlu dihilangkan, dan kepercayaan yang perlu diperjuangkan.. Saya menyebut apa yang saya alami sekarang sebagai sebuah proses pendewasaan.. Akan lebih banyak lagi proses yang lebih berat, mungkin, tapi saya memilih untuk menikmati tiap prosesnya..

Bahwa Allah memberi hikmah di balik setiap kejadian yang kita alami adalah hal yang ga berani saya bantah.. Yang saya perlukan sekarang adalah mengumpulkan keberanian, menyatukan setiap kepingan diri saya yang terpecah-pecah, untuk jadi orang yang lebih baik lagi..

Keep fighting with me, Dear Boyfriend🙂

One thought on “Tidak Semua Hal Seperti Yang Kamu Pikir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s