Quarter Life Crisis

Hmm, kenapa saya memberi judul quarter life crisis untuk postingan ini? Ya, sederhana, karena memang saya sedang mengalaminya.. Hehehe.. Wikipedia defines the term quarter life crisis as a period of life following the major changes of adolescence, usually ranging from the late teens to the early thirties, in which a person begins to feel doubtful about their own lives, brought on by the stress of becoming an adult.

Tahun ini usia saya akan sudah 25 tahun.. Udah tua yaa? Hehehe.. Saya saat ini berada di titik yang membuat saya bertanya, mempertanyakan, dan memikirkan segala hal yang ada di hidup saya.. Akhir tahun lalu dan awal tahun ini menjadi titik balik dalam kehidupan saya.. Saya berhenti dari pekerjaan yang sudah menghidupi saya selama satu tahun terakhir, pekerjaan yang sudah menjungkirbalikkan hidup saya, dan memutuskan untuk jadi freelancer untuk sementara waktu.. And so far, I’m enjoying it..

Saya menghabiskan waktu dua bulan terakhir ini mengerjakan proyek-proyek freelance, ikut seminar atau workshop ini-itu, download film dari internet, dan “mengintili” pacar mengajar di kampus.. Hehehe.. Semakin banyak waktu yang saya habiskan untuk diri sendiri, tanpa beban kewajiban kantor yang menyebalkan, dalam gelembung yang saya ciptakan sendiri untuk memisahkan diri saya dari orang-orang lain, membuat saya memandang hidup dengan lebih terang..

Hidup saya sejak dulu selalu teratur.. Sejak TK hidup saya berjalan di rel yang seharusnya.. SD, SMP, SMA, Universitas saya jalani dengan lancar.. Tapi lulus kuliah, seperti mungkin dialami oleh banyak orang lain, saya mulai terombang-ambing dengan banyaknya pilihan yang ditawarkan oleh hidup.. Rasanya jalan yang saya lihat bukan semata satu jalan lurus lagi.. Banyak cabang, banyak belokan, banyak putar-balikan.. Setahun lalu saya mengambil pilihan yang salah.. Dan kini saya bertekad untuk tidak salah langkah lagi..

Soal karir, tentu saya tidak ingin berlama-lama menjadi freelancer.. Tidak selamanya paling tidak.. Saya ingin berkarir, berkantor, bergaji tetap.. Being a spoiled brat as I am, saya yakin tidak akan mampu hidup tanpa kemapanan :p.. Saya ingin berhenti kerja saat usia saya 40 tahun.. Di usia segitu saya bermimpi untuk jadi ibu rumah tangga saja, hidup berdampingan sampai mati bersama suami saya.. Hehehe.. Dan sebelum usia saya 40, saya bertekad untuk setidaknya pernah bekerja di 5 perusahaan berbeda.. Itu artinya setiap 3 tahun saya harus ganti tempat kerja🙂..

Manusia, termasuk saya, memang tidak pernah tahu akan dibawa kemana oleh hidup.. Tapi setidaknya kita bisa bermimpi (dan berencana).. Saat ini juga saya mencoba untuk menata lagi hidup saya, sekeping demi sekeping.. Terlalu banyak sudah waktu yang saya buang percuma.. Saatnya memvisualisasikan sejelas mungkin masa depan saya dan berjuang untuk meraihnya.. *tepuk-tepuk bahu sendiri*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s