An Important Decision..

Dalam banyak hal, saya adalah orang yang sangat kompetitif, ga mau kalah, dan ga suka kalah. Saya yakin sifat saya yang satu ini adalah hasil dari didikan kedua orang tua saya (terutama mama) sejak saya kecil. Bukan hanya saya, mungkin kedua adik saya juga memiliki sifat ini.

As a little kid, I was raised to be competitive. My mom once said, “This world is full with ordinary people. You can’t be one of those people.” So yes, I was taught to be extraordinary in everything I did. For my parents, being good isn’t enough. You have to be great. I studied hard, worked my ass off to be number one at school. My mom had zero tolerance for mistakes. Hehe..

Didikan orang tua ini saya syukuri banget sampai sekarang, karena membuat saya jadi orang yang ga cepat puas. Saya jadi selalu punya standar tinggi untuk semua hal yang saya kerjakan. Saya selalu mau belajar dan terbiasa bekerja keras. Karena orang tua saya selalu bilang, setiap eberhasilan yang saya capai akan saya nikmati sendiri hasilnya. Tapiiiii, ada efek negatifnya juga sih. Saya jadi sangat sangat sangat kompetitif. Kalo kata pacar saya, saya jadi melihat semua hal sebagai kompetisi. Jadi ga bisa nikmatin hidup. Hiihihihi.
Mungkin ada benarnya juga sih. Saya jadi ga terbiasa dengan kegagalan. Saya ga suka rasanya gagal. Saya ga suka kalah dari orang lain, dalam hal apapun. Saya bisa benci banget sama orang cuma karena orang itu dapat nilai ulangan yang lebih bagus dari saya. Hahaha, pathetic.

But lately, I’ve been being less competitive. Terutama dalam pekerjaan. Selama beberapa waktu saya berpikir, “Ngapain sih gw selama ini keras banget sama diri sendiri? What’s the point? Emangnya kalo gw bs berhasil di sini terus kenapa?” Mungkin juga karena saya merasa ada di lingkungan “sampah” yang ga sesuai dengan saya, ga satu pemikiran dengan saya. Atau bisa jadi karena saya terlalu lama kejar-kejaran dengan diri saya sendiri. Baru berhasil sampai di satu titik, langsung pengen lari ke titik lain lagi. Akhirnya saya jadi ga punya untuk menikmati pencapaian saya, untuk menengok ke belakang dengan bangga melihat proses yang sudah saya lewati. I was too hard to myself.

Dampaknya, I’m slowing down. Kehilangan motivasi. Ga iri melihat keberhasilan orang-orang lain di sekitar saya, tapi ga termotivasi mau jadi seperti mereka juga. Lempeng aja gitu rasanya. Tapi akhirnya saya dapat pencerahan. Saya harus melihat dari sudut pandang yang beda. Saya ga bisa letoy kayak gini terus. Saya yang akan rugi sendiri kalau terus berjalan dengan kecepatan kura-kura seperti beberapa waktu terakhir ini.

So yeah, I’ve decided to be competitive again. I’ll shut down those people who’ve been underestimating me, those people who’ve been thinking that I’m just some newbie with zero experience. I’ll beat them one by one and show them who I really are. Like my mom once said, “Every once in a while, you need to create a moment where you can proudly say “I’m proud to be myself.” “🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s