Untuk Kamu :)..

Saya bertemu dia lebih dari 5 tahun lalu.. Lupa dimana tepatnya, di kampus pastinya.. Dulu tidak pernah terpikir kalo dia akan jadi salah satu bagian terpenting dalam hidup saya.. Jadi seseorang yang selalu hadir dalam setiap momen penting di hidup saya.. Menjadi bagian tidak terpisahkan dari setiap proses pendewasaan saya..

Bagaimana mau terpikir jadi orang yang spesial.. Terpikir akan berteman pun tidak.. Dalam pandangan saya, kami terlalu berbeda.. Saya ke utara, dia ke selatan.. Saya judes, dia ramahnya minta ampun.. Saya ga suka bersosialisasi, dia aktif di mana-mana.. Saya pemalu dan ga pedean, dia narsis abis.. Saya suka cowok rapi, dia orangnya berantakan.. Saya suka cowok kalem, dia bawel banget..

Tapi Tuhan tahu.. Tuhan ‘pertemukan’ saya dengan dia dalam banyak peristiwa yang tak terduga.. Tuhan mendekatkan kami dengan caranya.. Tuhan membuat kami percaya kami memang ditakdirkan satu untuk lainnya.. Dari musuhan jadi teman dan akhirnya jadi pasangan..

Pria ini membuat saya tertawa, membuat saya percaya saya bisa lakukan lebih dari yang saya kira, meyakinkan saya saya bisa jadi lebih dari yang saya sangka.. Pria ini istimewa.. Pria ini luar biasa.. Dia satu di antara sejuta.. Bersamanya saya percaya saya akan baik-baik saja, tak peduli seberapa buruk keadaan saya..

Bersamanya tak selalu sempurna.. Ada masa saya merasa ingin membuangnya.. Mungkin ada pula masa dia merasa ingin mengenyahkan saya.. Tapi waktu mendewasakan.. Tak peduli seberapa sering kami merasa ingin berpisah jalan, pada akhirnya kami kembali bergandengan tangan..

Dia satu-satunya hal yang tak pernah berubah saat hidup saya terasa berputar 180 derajat.. Dia yang tak pernah luput saya sebut namanya dalam setiap doa saya.. Dia yang tak pernah alpa saya ingat setiap pagi saya buka mata.. Bersamanya saya yakin saya akan habiskan sisa hidup saya..

Untuk kamu.. Terima kasih sudah menjadi kamu.. Menjadi satu-satunya hal yang nyata saat semua hal lainnya di hidup saya terasa sulit dipercaya.. Terima kasih sudah jadi batu karang saya saat saya nyaris menyerah pada badai.. Terima kasih sudah mengerti saya tanpa perlu kata-kata.. Dan terima kasih karena sudah mencintai saya apa adanya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s