Punya Anak Cukup Satu

Kalau ada yang bertanya pada saya berapa anak yang saya harapkan untuk saya miliki setelah saya menikah nanti, tanpa ragu saya akan jawab: satu saja. Weks, kok hanya satu? Biasanya kan orang-orang lain inginnya punya minimal sepasang anak, tidak jarang pula yang ingin punya banyak anak. Sori, saya punya alasan yang menurut saya sangat masuk akal.

Pertama, saya tidak ingin lagi memenuhi bumi ini dengan manusia-manusia baru. Bumi kita ini sudah penuh manusia, sudah kegendutan, kelebihan beban. Warga bumi sudah nyaris kehabisan tanah untuk ditinggali. Kita bahkan sudah berebut oksigen untuk bernapas lho. Bahkan sudah banyak yang memprediksi akan lebih banyak lagiledakan penduduk bumi di masa mendatang. Weks, sorry to say ya untuk orang-orang yang ingin punya anak banyak, menurut saya kalian egois. Memang benar bereproduksi adalah hak setiap manusia, dan benar juga bahwa bumi ada untuk kita diami, tapi egois sekali kalau kalian nyumpek-nyumpekin bumi dengan keturunan-keturunan kalian di saat bumi kita ini sudah sekarat dan kelebihan beban.

Alasan kedua, punya satu anak akan memberi jaminan lebih untuk kehidupan yang lebih baik bagi si anak. Dengan punya hanya satu anak, semua yang dimiliki orang tua akan ditujukan ke anak tersebut, baik itu penghasilan maupun perhatian. Orang tua tidak perlu berbagi pengeluaran antara anak-anaknya, tidak perlu juga berbagi perhatian. Orang tua bisa lebih fokus membesarkan anak. Bahkan orang tua juga bisa menabung lebih banyak bagi masa depan si anak kalau mereka hanya punya satu anak untuk dibiayai. Semua yang diberi ke anak bisa yang nomor satu karena uangnya tidak perlu dibagi-bagi dengan saudaranya. Lagipula dengan hanya punya satu anak akan membantu pemerintah member kesejahteraan lebih bagi warganya karena warga yang harus diurus lebih sedikit jumlahnya.

Ada yang bilang anak tunggal biasanya tumbuh jadi anak egois. Dia akan terbiasa jadi prioritas, semua maunya diberi dan dituruti. Dia juga akan tidak akan terbiasa berbagi karena semua yang ada di rumah otomatis jadi milik dia seorang. Menurut saya tidak seperti itu juga. Itu tantangan bagi si orang tua nantinya, apakah dia akan sukses mendidik anaknya jadi anak yang tidak manja dan egois. Saya malah justru yakin dengan punya satu anak waktu yang dimiliki oleh orang tua untuk mendidik anaknya justru akan lebih banyak karena beban pikirannya hanya pada satu anak.
Jadi, daripada memikirkan enaknya punya anak banyak, ayo deh mulai pikrkan punya anak satu saja. Sudah bukan masanya lho bilang “banyak anak banyak rezeki.” Yang benar itu “banyak anak banyak pengeluaran.” Yuk, berikan kehidupan yang lebih berkualitas bagi anak-anak kita nanti.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s